8 Kesalahan Manchester United Sejak Ditinggal Alex Ferguson

8 Kesalahan Manchester United Sejak Ditinggal Alex Ferguson

5mg20mgcialis.net – Sejak ditinggalkan pelatih legendaris Sir Alex Ferguson pada 2013, Manchester United tak pernah lagi memperlihatkan tajinya dalam persaingan Liga Primer Inggris. Prestasinya kian menurun, meskipun sudah beberapa pelatih dan pemain top didatangkan.

Pelatih sekelas Louis van Gaal dan Jose Mourinho juga tak mampu mengangkat kembali reputasi MU sebagai klub elit Inggris. Mereka justru terlindas oleh para pesaingnya seperti Chelsea, Manchester City dan Liverpool.

Kini manajemen MU yang dipegang Ed Woodward sudah dikecam fans The Red Devils, termasuk investornya keluarga Glazer, pengusaha dari Amerika Serikat.

Berikut ini 8 keselahan MU sehingga prestasinya tak kunjung bangkit, sejak Ferguson mengundurkan diri:

1. Diserahkan ke David Moyes

Entah apa pertimbangan dari MU sehingga dari tangan Ferguson diserahkan kepada pelatih David Moyes yang belum pernah memperlihatkan prestasi tingkat tinggi. Sejak awal sudah terlihat performa MU langsung merosot dan Moyes yang juga asal Skotlandia cuma 10 bulan kemudian diganti. Kemudian MU dipegang Ryan Giggs sebagai pelatih sementara.

2. Terlalu mahal membayar Fellaini

Pemain berambut kribo, Marouane Fellaini awalnya cukup memberikan konstribusi terhadap performa MU. Namun tak terlalu lama, performanya malah mengendur. Padahal MU membelinya terbilang agak mahal, 27 juta pounds, sementara harga pasarannya ditaksir sekitar 22 juta pound.

3. Datangkan Di Maria dan Radamel Falcao

MU rupanya ingin seperti Real Madrid dengan mengumpulkan pemain bintang. Mereka mencoba memasukkan Angel Di Maria dan Radamel Falcao. Hasilnya? Justru mengecewakan dan keduanya dilepas kembali ke klub lain.

4. Eksperimen Van Gaal

Pelatih asal Belanda Louis van Gaal melakukan eksperimen baru denga memasukkan dua pemain tengah, Bastian Schweinsteiger dan Morgan Schneiderlin. Ternyata Bastian sudah habis masa kejayaannya saat datang ke MU, sedangkan Schneiderlin justru sulit dapat tempat utama.

Baca Juga : Ramalan Ferguson untuk Liverpool Terbukti Tepat

5. Datangkan Henrikh Mkhitaryan

Mkhitaryan ternyata didatangkan MU hanya untuk merayu agen Mino Raiola untuk memindahkan Paul Pogba dari Juventus ke Manchester United pada 2016. Mkhitaryan performanya dibawah standar. Gagal di MU, gagal pula di Arsenal dan kini mengadu nasib di AS Roma Italia.

6. Mengontrak Alexis Sanchez

MU benar-benar rugi besar merekrut Alexis Sanchez dari Arsenal. Bisa dibayangkan, pemain Chile itu hanya menciptakan lima gol dari bayarannya sebesar 400 ribu per pekan atau sekitar Rp 7 miliar. Sanchez jadi rekrutan terburuk sepanjang masa bagi MU.

7. Menentang Jose Mourinho

Pelatih asal Portugal ini mengajukan usulan agar MU membeli bek tengah pada musim panas 2018. Namun langkah ini ditentang Ed Woodward yang berpikir berbeda. Alhasil, Mourinho berang dan membuat penanganan tim menjadi tak memenuhi target.

8. Menunjuk Ole Gunnar Solsjaer Sebagai Pelatih

Sejak menunjuk Solsjaer jadi pelatih, MU sudah 14 kali menang dari 17 pertandingan. Tapi, saat ini masih menunggu apakah klub yang bermarkas di Stadion Old Trafford itu bisa bangkit. Jika tidak, maka Solsjaer bakal jadi korban pemecatan berikutnya.