Awal Mula Perseteruan Bambang Pamungkas dengan Tokoh Jakmania, Setelah Persija Kalah dari Persib?

Awal Mula Perseteruan Bambang Pamungkas dengan Tokoh Jakmania, Setelah Persija Kalah dari Persib?

5mg20mgcialis.net – Pemain Persija Jakarta, Bambang Pamungkas (Bepe) kini tengah berseteru dengan pentolan Jakmania yakni Abi Irlan. Perseteruan terjadi setelah Abi Irlan memberikan sindiran kepada Bambang Pamungkas. Sindiran tersebut dilontarkan oleh Abi Irlan setelah tim kesayangannya tumbang dari Persib Bandung. Hal tersebut juga sebagai aksi protes Abi Irlan kepada penampilan Persija Jakarta setelah kalah dari Persib Bandung dengan skor 0-2, pada Senin (28/10/2019).

Pada postingan di akun Instagram-nya, Abi Irlan mencoba membandingkan dengan perilaku Jakmania dengan suporter Persebaya Surabaya (Bonek).

Melalui unggahan akun Instagram pribadi pentolan Jakmania Abi Irlan, @irlan.alarancia menyoroti video aksi oknum Bonek. Dalam unggahan tersebut akun @irlan.alaranciamemperlihatkan aksi oknum Bonek yang sedang melakukan perusakan Stadion Gelora Bung Tomo.

Aksi oknum Bonek tersebut dilakukan setelah Persebaya Surabaya kalah dari PSS Sleman dengan skor 2-3, pada Selasa (29/10/2019). Perusakan stadion dilakukan oleh Bonek sebagai aksi protes dengan performa Persebaya Surabaya yang menurun.

Video tersebut diunggah kembali oleh akun Instagram pribadi @irlan.alarancia pada Rabu (30/10/2019). Dalam unggahan tersebut Abi Irlan memberikan caption yang juga mengungkapkan bahwa Jakmania tak akan melakukan hal serupa seperti yang dilakukan oleh Bonek.

Selain itu melalui caption tersebut Abi Irlan juga menyinggung komentar lama Bambang Pamungkas.

Berikut komentar lama Bambang Pamungkas:

“Kecintaan kita terhadap klub ini tidak sama, namun kecintaan kita terhadap sepak bola dan keluarga, saya pikir sama.

Jadi jangan bermain untuk Persija Jakarta, tapi bermainlah untuk diri kalian, anak, istri, pacar, dan orang tua kalian. Ketika kita bermain untuk orang-orang yang kita cintai, maka hal-hal baik akan datang,” begitu komentar Bambang Pamungkas kepada rekan-rekannya, jelang laga Persija Jakarta vs Arema FC, dua tahun yang lalu.

Pada saat itu Persija Jakarta mampu menumbangkan tim tamu Arema FC dengan skor 2-0.Namun diketahui, komentar Bambang Pamungkas kali ini mendapatkan tanggapan dari Jakmania.

Klarifikasi Bambang Pamungkas

Menanggapi hal tersebut Bambang Pamungkas melakukan klarifikasi. Bambang Pamungkas menjelaskan bahwa ucapannya tersebut sudah dilontarkan sejak dua tahun yang lalu.

Namun Bambang Pamungkas tak menyangka bahwa ucapan tersebut malah menjadi perbincangan hangat di kalangan Jakmania. Menurut Bambang Pamungkas banyak Jakmania yang menyalahartikan ucapan tersebut.

“Awal sekali, saya tidak sedang berbesar kepala dengan merasa jika kalimat saya itu, selevel dengan salah satu bait dalam puis Pak Sapardi. Ndak, ndak sama sekali ndak,” tulis Bambang Pamungkas melalui laman resmi miliknya, Selasa (5/11/2019).

“Namun kenyataannya, pada satu titik ada kemiripan di antara keduanya. Yaitu sama-sama membuat orang menerka-nerka, dan pada akhirnya malah salah memahami esensi dari kalimat tersebut,” tambahnya.

Baca Juga : Messi Ingin Sosok Ini Gantikan Valverde di Barca

Bambang Pamungkas menyayangkan bahwa kesalahpahaman tersebut harus berimbas pada seluruh pemain Persija Jakarta.

Oleh karena itu Bambang Pamungkas akan bertanggung jawab atas apa yang menjadi permasalahan Jakmania.

“Maka saya merasa bertanggung jawab secara moral, untuk meluruskan atau melindungi para pemain dari opini yang dibuat berdasarkan pemahaman yang salah (bukan kritik lho ya, kalo kritik sekeras apapun saya malah setuju), dari kalimat yang saya sampaikan,” tulis Bambang Pamungkas.

Selain itu Bambang Pamungkas juga menjelaskan bahwa kritik yang disampaikan terkait performa tim Persija Jakarta tidaklah salah. Menurut Bambang Pamungkas, Persija Jakarta membutuhkan kritik untuk membangun tim menjadi lebih baik lagi.

“Mengkritik tim ketika tim bermain buruk itu boleh, harus malah,” tulis Bambang Pamungkas

“Namun seyogyanya menggunakan bahasa atau perumpamaan yang pas, dan tepat sasaran,” imbuhnya. Bukan dengan pembentukan opini dari kesalahan dalam memahami sesuatu,” tandasnya.

Bambang Pamungkas berharap dengan klarifikasinya tak membuat perselisihan yang terjadi semakin membesar. Bahkan Bambang Pamungkas tak menginginkan terjadinya perpecahan antar suporter dan pemain.

“Ini hanyalah bunga-bunga dari diskusi atas dasar kecintaan kita kepada Persija Jakarta,” tulis Bambang Pamungkas. Jangan pula hal ini membuat terjadinya perpecahan diantara kita, bukan itu juga yang kita butuhkan,” imbuhnya.

Selain itu Bambang Pamungkas juga menginginkan untuk bersama-sama membangun tim Persija Jakarta untuk lebih baik lagi. Hal tersebut juga demi penampilan apik Persija Jakarta untuk melakoni setiap laga.

“Yang kita butuhkan saat ini adalah bagaimana kita bisa mengumpulkan serta menyusun kembali serpihan semangat, serta kepingan harapan agar tim dapat tampil baik, dan mendapatkan hasil yang maksimal,” tulis Bambang Pamungkas.

“Ayo berjuang bersama-sama kawan,” tegas Bambang Pamungkas.

Berikut klarifikasi Bambang Pamungkas yang diposting di laman resminya:

“Mulai dari mana ya kira-kira jelasinnya? Hmmm begini saja, saya akan coba menggunakan analogi agar lebih mudah. Jika saja semua pemain Persija itu kecintaan kepada klub ini berada satu level dengan Ismed Sofyan, maka semua menjadi jauh lebih mudah. Cukup ngomong, “Bermainlah untuk lambang Monas di dadamu”, selesai perkara.

Persoalannya level kecintaan setiap pemain kepada klub kan tidak sama. Pemain yang baru datang tiga, dua, atau bahkan baru menjalani tahun pertama di Persija, tidak mungkin disamakan dengan Ismed Sofyan yang sudah lebih dari satu dekade di Persija. Realita demikian, tidak bisa dipaksakan, sayangnya ini sering kali luput dari pemahaman kita.

Oleh karena itu, ketika berbicara kepada mereka saya harus mencari sebuah perumpamaan, yang di mana secara emosional kira-kira semua pemain berada di level yang sama. Maka saya pun memilih kata “keluarga”. Mengapa? karena secara naluri, manusia akan rela melakukan apa saja jika sudah berkaitan dengan keluarga.

Kecintan setiap pemain terhadap sebuah klub bisa jadi tak sama, namun kecintaan (rasa memiliki) mereka terhadap keluarga saya, yakin tidak jauh beda. Jadi bisa dibayangkan, jika semua pemain Persija Jakarta bermain untuk keluarga mereka, seolah-olah jika mereka kalah maka keluarga mereka akan terancam, dan berpotensi tersakiti. Apa yang kira-kira akan mereka lakukan?

Jadi ini bukan tentang rasa memiliki, atau tidak memiliki Persija Jakarta. Ini tentang bagaimana “menyentuh” sisi emosional terdalam pemain, agar mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya, dan melakukan apa saja yang perlu dilakukan di atas lapangan. Karena sekali lagi, faktanya kecintaan setiap pemain terhadap Persija memang levelnya tidak sama.

Ini penting saya utarakan, supaya kita dapat memahami kalimat, “Jangan bermain untuk Persija, tapi bermainlah untuk keluarga kalian”, tersebut dengan lebih mendalam. “